Singapura Yakin Lolos Ke Final

Liga Indonesia-Pelatih Singapura Radojko Avramovic optimistis tim besutannya bakal melenggang ke final Piala AFF 2010 pada 1-29 Desember nanti setelah hasil drawing menempatkan tim Singa tak bergabung dengan tim tangguh. .Read more . . .

.

Kamis, 16 September 2010

Robson Khawatirkan Fans Indonesia

Liga Indonesia-Pelatih Thailand Bryan Robson mengaku mengkhawatirkan ratusan ribu fans Indonesia yang bakal memberikan dukungan penuh terhadap timnas senior dalam pertandingan Grup A Piala AFF 2010 pada 1-29 Desember nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Menurut mantan kapten Manchester United ini, dibandingkan Malaysia, Indonesia merupakan lawan yang paling sulit untuk dikalahkan. Apalagi Indonesia bermain di hadapan publiknya sendiri, karena berstatus sebagai tuan rumah.

“Dalam setiap turnamen, Anda pasti akan berhadapan dengan tim tangguh, terutama yang mempunyai keuntungan bermain di kandang sendiri. Indonesia atau Vietnam masuk ke dalam kategori itu, dan membuat kami akan mendapat kesulitan,” ujar Robson dilansir AFP.

“Kami bergabung dengan Indonesia. Saya dengar di sana akan ada 100 ribu penonton, dan ini akan menjadi tantangan berat bagi para pemain. Tapi saya tetap akan mengatakan kami merupakan salah satu favorit di kompetisi ini.”

Persik Ogah Ketempatan Semi-Final Piala Gubernur IX

Liga Indonesia-Merugi hingga ratusan juta rupiah saat menjadi tuan rumah babak penyisihan pada Liga Jawa Timur IX Piala Gubernur 2010 di Grup 3 lalu, membuat panitia pelaksana pertandingan (panpel) Persik Kediri trauma.

Sekretaris umum Persik Barnadi, secara tegas menolak jika Stadion Brawijaya Kediri dipakai untuk menghelat pertandingan babak semi final PG IX, pada Jumat (17/9) nanti.

“Kami tidak ingin merugi kembali. Seperti pada babak penyisihan lalu, tiga kali laga saja kerugian kami mencapai Rp 210 juta,” keluh Barnadi, Rabu (15/9).

Ketua PSSI Kota Kediri itu memaparkan, dari target tiket yang dicetak sebanyak 10.000, yang laku kurang dari setengahnya. Yakni, pada hari pertama hanya 300 lembar, hari kedua 1.500 lembar dan terakhir 1.400 lembar.

“Jumlah pendapatan dengan besarnya biaya operasional tidak seimbang. Animo masyarakat Kediri juga kurang. Jadi kami tidak mau,” terang Barnadi.

Purnawiran TNI tersebut mengaku, sampai saat ini, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai stadion yang akan digunakan untuk menggelar laga. Sementara baberapa alternatif stadion yang sudah ada antara lain, di Surajaya Lamongan dan Delta Sidoarjo.

Pada partai semi final nanti empat tim akan berlaga. Persela dan Deltras, sebagai tim yang mewakili kasta tertinggi Superliga Indonesia. Sedangkan dua tim lagi berlatar belakang Divisi Utama yaitu, Persik dan Persikubar

Persik menjadi runner up grup 2 akan bertanding melawan juara grup 1 Deltras Sidoarjo. Sedangkan Persela akan bertemu dengan Persikubar Kutai Barat. (gk-29)

Lamongan Menjadi Venue Final Liga Jatim

Liga Indonesia-Panitia Liga Jatim akhirnya resmi menunjuk dua stadion untuk menghelat semifinal dan final Liga Jatim 2010. Kedua stadion tersebut adalah stadion Gelora Delta Sidoarjo dan stadion Surajaya Lamongan.

Menurut Jawa Pos, keputusan tersebut diambil saat rapat evaluasi, Selasa (14/9). Dalam rapat tersebut, diputuskan juga untuk memberi kewenangan panitia lokal untuk menentukan jam bertanding tim-tim yang masuk semifinal dan final Liga Jatim.

"Yang lebih tahu kondisi masing-masing kan panitia lokal. Kami ikut saja," kata Ketua Panitia Liga Jatim 2010, Joko Tetuko.

Rencananya, Gelora Delta Sidoarjo akan menghelat satu partai semifinal, Deltras Sidoarjo menghadapi Persik Kediri. Sedangkan, stadion Surajaya Lamongan akan menghelat satu partai semifinal, Persela Lamongan menghadapi Persikubar Kutai Barat, dan juga laga puncak Liga Jatim 2010.

Persebaya Lamar Afriyanto

Liga Indonesia-Melengkapi stok posisi kiper juga menjadi perhatian serius pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. Di posisi vital ini, Persebaya hanya menyisakan Endra Prasetya dan kiper muda berstatus magang, Dimas Galih. Sementara dua kiper lainnya, Syaifudin dan Deny Marcel, sudah angkat kaki. Syaifudin kembali ke Persibo Bojonegoro, sedangkan Deny Marcel hengkang ke PSM Makasar.

Untuk melengkapi stok di bawah mistar tersebut, Aji Santoso berupaya mendatangkan penjaga gawang baru yang sudah berpengalaman. Adalah mantan kiper Sriwijaya FC, Afriyanto, yang kini sedang dibidik Aji.

Kepada GOAL.com Indonesia, Aji menegaskan bahwa dirinya sangat membutuhkan penjaga gawang yang sudah berpengalaman. Apakah pemain itu berpengalaman di Divisi Utama ataupun di Superliga Indonesia. Sebab, stok kiper yang dimiliki saat ini, hanya Endra satu-satunya yang sudah cukup pengalaman.

”Karena itu kami mencari kiper lagi dan Afriyanto adalah sosok yang kami incar. Saat ini kami masih melakukan negosiasi dengannya,” jelas mantan kapten tim Persebaya ini, Rabu (15/9).

Kiper memang menjadi salah satu fokus pembenahan Persebaya. Mengingat musim lalu, tim kebanggaan arek-arek Surabaya ini merupakan tim yang paling banyak kebobolan di Superliga dengan 58 gol (tiga gol karena dinyatakan kalah WO dari Persik Kediri).

Kalau hanya mengandalkan dua stok yang ada saat ini (Endra dan Dimas), menurut Aji sangat riskan. Apalagi Dimas yang baru direkrut, masih berstatus magang. Meskipun penjaga gawang yang sempat membela tim Garuda Merah itu, pernah tergabung dalam timnas Indonesia U-19 yang sempat mengikuti TC di Uruguay, Dimas masih miskin pengalaman di pentas liga profesional. Terakhir, penjaga gawang berusia 19 tahun itu, hanya memperkuat Persebaya U-21.

Selain melengkapi stok di bawah mistar, Persebaya juga berupaya memperkokoh stok di tembok pertahanan dengan melakukan pendekatan terhadap mantan stopper Persik, Khusnul Yuli. Aji sendiri sudah mengenal karakter permainan Khusnul saat masih membesut Persik.

”Kami memang lagi butuh pemain belakang, Khusnul rencananya akan datang besok saat latihan perdana. Jika cocok mungkin bisa langsung kami rekrut,” tambah mantan pelatih Persisam Samarinda itu.  (gk-19)

28 Miliar Untuk Sriwijaya FC

Liga Indonesia-Sriwijaya FC dibekali dana melimpah di Superliga Indonesia musim 2010/11. Tidak tanggung-tanggung, Sriwijaya mendapat kucuran dana sebesar Rp28 Miliar.

Dana besar tersebut didapat dari dua pos, yaitu pos APBD Sumatera Selatan dan pos sponsor.

"Berdasarkan rincian kita, dana segar memang didapatkan dari APBD Sumsel dan sponsor," jelas Direktur Keuangan SFC, Augie Bunyamin.

Menurut Sriwijaya Pos, Laskar Jaka Baring mengajukan dana bantuan APBD sebesar Rp25 miliar kepada Pemprov Sumsel, namun diperkirakan yang disetujui hanya sebesar Rp20 miliar.

Sedangkan Rp8 miliar lainnya didapat dari Bank Sumsel, PTBA, dan PT Pusri yang menjadi sponsor Sriwiaya untuk musim depan.  Dana yang besar tersebut diperkirakan banyak tersedot untuk menggaji pemain-pemain Sriwijaya yang banyak berlabel timnas.

Miro Kecewa Fisik Yongki

Liga Indonesia-Mantan pemain Persik Kediri, Yongki Aribowo, yang kini membela panji Arema Indonesia gagal memberi kesan baik kepada pelatih barunya, Miroslav Janu, saat mengikuti latihan di Batu.

Seperti yang dilansir Malang Post, Yongki mendadak ambruk saat berlari mengitari lapangan Kusuma Agrowisata, Batu, akibatnya Yongki langsung dipapah ke tepi lapangan untuk mendapat perawatan.

Pelatih Arema, Miroslav Janu, terlihat kecewa dengan stamina Yongki yang tidak kuat menjalani latihan fisiknya. Padahal saat itu, Yongki berlari dengan lima pemain Arema lainnya yaitu Muhammad Ridhuan, Noh Alam Shah, Purwaka Yudhi, Waluyo dan Ahmad Amirudin, dan kelimanya menuntaskan latihan yang diberikan.

"Lihat, itu pemain timnas,’’ kata Miro dengan nada kecewa.

Pada latihan yang tidak didampingi dokter tim Arema, Albert Rudianto, tersebut. Yongki mengaku perutnya kram sehingga dia tidak bisa melanjutkan latihannya.

‘’Saya kram perut di bagian kiri. Saya sempat muntah-mutah, dibuat makan juga sakit,’’ kata Yongki.

Singapura Yakin Lolos Ke Final

Liga Indonesia-Pelatih Singapura Radojko Avramovic optimistis tim besutannya bakal melenggang ke final Piala AFF 2010 pada 1-29 Desember nanti setelah hasil drawing menempatkan tim Singa tak bergabung dengan tim tangguh.

Berdasarkan hasil drawing, Singapura berada di Grup B bersama tuan rumah Vietnam, Myanmar, dan runner-up kualifikasi. Avramovic mengaku beruntung tak bergabung dengan Thailand atau Indonesia.

Singapura merupakan juara tiga kali turnamen sepakbola Asia Tenggara dua tahun tersebut, yakni pada tahun 1998, 2004 dan 2007. Karena itu, mereka membidik partai puncak, dan berusaha meraih titel keempat kalinya.

“Grup kami lebih ringan dibandingkan grup lainnya yang berisikan tiga kandidat juara, Thailand, Malaysia, dan Indonesia,” ujar Avramovic seperti dilansir AFP.

“Secara keseluruhan, saya sangat senang dengan hasil drawing. Ini sangat bagus buat kami. Ada tiga tahapan di turnamen ini, dan kami harus mengamankan dua tahapan pertama untuk meraih target lolos ke final.”

PSM Batal Gaet Zada

Liga Indonesia-Kegagalan PSM Makassar mendatangkan Esteban Guillen dan Ali Khadaffi yang dipertahankan oleh tim lamanya berbuntut panjang. Alternatif ketiga, Leonardo Martin Zada, juga batal digaet oleh tim Ayam Jantan dari Timur tersebut.

Menurut Jawa Pos, awalnya Zada dan manajemen PSM sudah sepakat untuk bekerja sama untuk musim depan, namun ketika dihubungi kembali oleh Robert Rene Alberts, Zada meminta kedatangannya diundur karena ada urusan keluarga.

Karena tidak ingin diombang ambing ketidakpastian, Robert dengan tegas mencoret mantan pemain Persela Lamongan tersebut.

"Karena Zada tak datang, tidak ada juga kontrak," tegas Robert.

Meskipun sudah mencoret Zada, kini PSM belum mempunyai alternatif lain. Asisten Manajer Bidang Teknik, Abdi Tunggal, mengatakan masih belum mengetahui tindak lanjut dari kegagalan Zada merapat ke PSM.

Senin, 06 September 2010

Bursa Transfer Pemain dan Pelatih




Bursa Pemain Lokal

Nama | Dari | Menuju | Status

Satrio Syam | Persebaya | PSM | Resmi

Korinus Fingkreuw | Persebaya | PSM | Resmi

Andi Oddang | Persebaya | PSM | Resmi

Djayusman Triasdi | Persebaya | PSM | Resmi

Deni Marcel | Persebaya | PSM | Resmi

Supriyono | Persebaya | PSM | Resmi

Samsul Chaeruddin | PSM | Persija | Resmi

M. Nasuha | Sriwijaya | Persija | Resmi

Toni Sucipto | Sriwijaya | Persija | Resmi

Andri Tani | Sriwijaya | Persija | Resmi

Hendro Kartiko | Sriwijaya | Persija | Resmi

Ambrizal | Sriwijaya | Persija | Resmi

AA Ngurah Wahyu | Sriwijaya | Persija | Resmi

Ahmad Kurniawan | Semen Padang | Arema | Resmi

Yongki Aribowo | Persik | Arema | Resmi

TA Musafri | Persija | Arema | Resmi

Ahmad Amirudin | Persiram Raja Ampat | Arema | Resmi

Dicky Firasat | Persela | Persibo  | Resmi

Samsul Arif | Persela | Persibo | Resmi

A'ang Suparman | Persiba Balikpapan | Persibo | Resmi

Rudi Widodo | Pelita Jaya | Persibo | Resmi

Cucu Hidayat | Persib | Persibo | Resmi

Syaifudin | Persebaya | Persibo | Resmi

Charis Yulianto | Sriwijaya FC | Persela | Resmi

Hendro Siswanto | Persiba | Persela | Resmi

Feri Ariawan | Persiba | Persela | Resmi

Jaenal Ichwan | Persema | Persela | Resmi

Anang Ma'ruf | Persebaya | Deltras | Resmi

Sutikno | Persitara | Deltras | Resmi

Bejo Sugiyantoro | Persidafon | Deltras | Resmi

Vicky Dwi Hardian | Mitra Kukar | DeltrasResmi

I Made Astawa | Mitra Kukar | Deltras | Resmi

Galih Sudaryono | Pro Titan | Persiba | Resmi

A. Makhrus Bachtiar | Persijap | PersibaResmi

Eki Nur Hakim | Persijap | Persiba | Resmi

Eka Santika | Prio Titan | Persiba | Resmi

Dony Siregar | Persijap | Persiba | Resmi

Rusdiansyah "Aco" | PKT | Persiba | Resmi

Erik Setiawan | Persija | Persiba | Resmi

Muhammad Bahtiar | Bintang FC | Persiba | Resmi

Trias Budi Santoso | PKT | Persiba | Resmi

Isnan Ali | Sriwijaya | Persib | Resmi

Hamkah Hamzah | Persisam | Persipura | Resmi

Rahmat "Poci" Rivai | Sriwijaya | Persipura | Resmi

Syamsidar | PSM | Semen Padang | Resmi

Heru Nerli | PSM | Semen Padang | Resmi

Fauzal Mubaraq | Persela | Sriwijaya | Resmi

Ahmad Jufriyanto | Pelita Jaya | Sriwijaya | Resmi

Muhammad Ridwan | Pelita Jaya | Sriwijaya | Resmi

Supardi | Pelita Jaya | Sriwijata | Resmi |

Firman Utina | Persija | Sriwijaya | Resmi

Budi Sudarsono | Persib | Sriwijaya | Resmi

Jendry Pitoi | Persipura | Perseman | Resmi

Ortizan Salossa | Persipura | Perseman | Resmi

Tinus Pay | Persipura | Perseman | Resmi

---

Bursa Pemain Asing

Nama | Dari | Menuju | Status

Julius Akosah | Sun Hei (Hongkong) | Persija | Resmi

Eric Arsène Bayemi | FC Dnepr Mogilev (Belarusia) | Persija | Resmi

Precoius Emeuejeraye | Sriwijaya | PersijaResmi

Greg Nwokolo | Olhanense (Portugal) | Persija | Resmi

Danilo Fernando | Persisam | Deltras | Resmi

Christiano Lopez | Pelita | Deltras | Seleksi

Ali Khadafi | Bontang FC | Persiba | Resmi

Aldo Bareto | Bontang FC | Persiba | Resmi

Marwan Sayedeh | Pelita Jaya | PSM | Resmi

Julio Cesar Mendez | Metalurg Donestk (Ukraina) | Sriwijaya FC | Resmi

Abanda Herman | Persija | Persema | Resmi

---

Bursa Pelatih

Nama | Dari | Menuju | Status

Robert Alberts | Arema | PSM | Resmi

Miroslav Januari | Slavia Praha (Rep Ceko) | Arema | Resmi

Rahmad Darmawan | Sriwijaya | Persija | Resmi

Ivan Kolev | ? | Sriwijaya | Resmi

Subangkit | Eks Persema | Persela | Resmi

Timo Scheunemann | ? | Persema | Resmi

Junaedi | Persijap | Persiba | Resmi

Aji Santoso | Persema | Persebaya | Resmi

Jaya Hartono | Eks Persib | Persik | Resmi

Alves Divaldo Teixeira | ? | Persijap | Resmi

Bursa Transfer Liga Indonesia Musim 2010-2011

Liga Indonesia-Ketika klub-klub diarahkan untuk segera meninggalkan penggunaan dana APBD, beberapa klub malah menggunakan uang rakyat itu untuk jorjoran mengontrak pemain dengan harga mahal. Padahal, kualitas mereka patut dipertanyakan. Ironis.

---

MENJELANG bergulirnya musim baru, klub-klub berlomba mendapatkan pemain yang lebih baik. Harapannya, mereka bisa meraih prestasi yang lebih baik pula.

Untuk mendapatkan pemain bagus, konsekuensinya klub harus mengeluarkan uang yang tak sedikit. Persiba Balikpapan dan Persija Jakarta yang musim lalu hanya finis di posisi ketiga dan kelima sementara ini menjadi klub yang "ugal-ugalan" dalam membayar pemain baru. Bulan lalu, Persiba mengontrak top scorer ISL (Indonesia Super League) musim 2009/2010 (bersama Bontang FC) Aldo Baretto Rp 1,35 miliar.

Angka yang sama dikeluarkan Persija untuk mendatangkan kembali mantan pemainnya dari liga Divisi III Portugal Olhanense, Greg Nwokolo. Tapi, Rp 250 juta harus dibayarkan kepada Portugal Olhanense sebagai bentuk transfer. Sebab, kontrak pemain asal Nigeria itu belum habis.

"Semoga dengan kehadiran Aldo, Persiba bisa meraih prestasi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu yang hanya menempati posisi ketiga," ujar Ketua Umum Persiba Syahril H.M. kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

Klub lain yang musim ini mengeluarkan dana besar untuk membayar pemain adalah Sriwijaya FC (SFC). Untuk memperpanjang kontrak Keith Kayamba Gumbs, manajemen tim berjuluk Laskar Wong Kito itu merogoh kocek Rp 1,1 miliar. Untuk mendapatkan mantan pemain PSM Makassar dan Persiba asal Korsel Park Jung-hwan, manajemen SFC membayar sekitar Rp 1 miliar. Harga dua pemain itu masih berada di atas pelatih Ivak Kolev yang dibayar Rp 850 juta untuk satu musim. Sedangkan Persipura kabarnya mendatangkan Zah Rahan dari SFC dengan banderol Rp 1,2 miliar.

Klub-klub itu sepertinya tidak mau mengindahkan panduan PT Liga Indonesia (PT LI) soal pembatasan gaji pemain Indonesia. Sayang, PT LI yang membuat acuan, tapi mereka sendiri yang terkesan melanggarnya. Indikasinya, tanggapan yang diberikan Presdir PT LI Andi Darussaalam pekan lalu. "Kalau pembatasan dilakukan saat ini, itu bisa merusak pasaran harga pemain," ujar Andi Darussalam kepada media ketika buka bersama di kediamannya.

Klub-klub mestinya bisa belajar dari pengalaman Persisam Samarinda musim lalu. Pada awal musim, Persisam, yang baru saja promosi dari Divisi Utama, membuat gebrakan dengan merekrut pemain bintang yang harganya di atas Rp 1 miliar. Di antaranya, Danilo Fernando, Ronald Fagundes, Tsimi Jacques Joel, dan Hamka Hamzah. Hasilnya, Persisam hanya bisa finis di posisi bawah. Terbukti bahwa pemain mahal bukan jaminan bisa meraih prestasi. (M. Ali Mahrus/c8/diq)

---

GUIDELINE KONTRAK PEMAIN

Nilai Kontrak Pemain dalam Satu Tahun

Nilai kontrak maksimum pemain ditetapkan sebagai berikut

Kelas | Keterangan | Nilai (Juta)

A | Pemain nasional senior (aktif) | 400

B | Pemain nasional senior (2 tahun sebelumnya) | 300

C | Pemain nasional U-23 | 250

D | Bukan A, B, dan C | 25-200

Maksimal 30 Persen dari APBD

Liga Indonesia-JOR-JORAN klub mengontrak pemain dengan harga tinggi mendapat perhatian dari PSSI. Apalagi, pemerintah juga terus menekankan agar jajaran klub segera mengakhiri ketergantungan pada dana APBD.

Menanggapi hal itu, Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan bahwa PSSI akan menerbitkan aturan yang membatasi klub-klub dalam membayar pemainnya. ''Kami sudah merancang bahwa dua sampai tiga musim mendatang, dana APBD yang diperoleh klub hanya boleh digunakan maksimal 30 persen untuk mengontrak pemain. Baik pemain asing maupun lokal. Kami akan segera rumuskan aturan tersebut dengan PT Liga Indonesia," jelas Nugraha.

Menurut dia, secara bertahap ke depan, klub-klub dilarang menggunakan dana APBD untuk membayar pemain. ''Mereka harus menjadi klub profesional dan bisa menjalin kerja sama dengan sponsor untuk mendapatkan sumber pendanaan. Nanti dana APBD itu betul-betul hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pembinaan usia muda. Klub harus bisa mendapatkan sumber pendanaan lain untuk menggaji para pemain," beber pria asal Bandung itu.

Untuk saat ini, tambah dia, klub-klub Indonesia memang belum bisa sepenuhnya ''diceraikan" dari dana APBD. Apalagi, sebagai tidak lanjut dari Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) lalu, Kemendagri mengeluarkan surat dengan Nomor 426/2021/sj kepada seluruh gubernur, wali kota, dan bupati di seluruh tanah air. Isinya, seluruh kepala daerah diminta menindaklanjuti hasil KSN dengan cara membangun dan meningkatkan infrastruktur di daerah. Para petinggi daerah juga diminta melaksanakan dan meningkatkan berbagai pertandingan atau kompetisi sepak bola. Poin paling penting adalah mengalokasikan dan meningkatkan dana pembinaan prestasi sepak bola lewat APBD masing-masing pada tiap tahun anggaran. (ali/c7/diq)

Harus Bisa Dipertanggungjawabkan ke Manajemen dan Masyarakat

Liga Indonesia-BELANJA pemain yang berlebih tidak selalu menjamin terangkatnya prestasi tim. Itu bisa dipelajari dari kasus Persebaya musim lalu. Pada awal kompetisi 2009-2010, tim berjuluk Green Force itu mengeluarkan Rp 11,8 miliar untuk belanja pemain.

Saat jeda kompetisi, pengeluaran mereka juga bertambah karena gonta-ganti pemain masih dilakukan. Tak ingin hal tersebut terulang, pengurus Persebaya mengambil inisiatif dengan memberikan kewenangan mutlak perburuan pemain kepada pelatih musim depan, Aji Santoso.

Karena itu, tugas Aji sebagai arsitek kali ini kian lengkap. Selain memoles tim, pelatih asal Kepanjen, Malang, tersebut harus menyusun dan memburu pemain sendiri. ''Ini memang berawal dari sikap manajemen yang profesional. Saya diberi kewenangan penuh untuk mencari pemain. Terutama lokal,'' katanya.

Dengan kewenangan tersebut, mantan pelatih Persisam Samarinda dan Persema Malang itu menyatakan harus mempertanggungjawabkan kualitas pemain yang direkrut. Meski mendapatkan kewenangan penuh dari manajemen, dia selalu berembuk dengan tim pelatih Persebaya soal pemain yang akan didatangkan. Setelah ada persetujuan dari tim pelatih, perburuan pemain dilanjutkan dengan mematangkan negosiasi. ''Nah, ketika sudah ada kata sepakat, manajemen tinggal mengeksekusi untuk dikontrak atau dibayar 25 persen di antara nilai kontrak,'' terangnya.

Pelatih yang juga mantan pemain Persebaya tersebut menuturkan bahwa memberikan kewenangan penuh kepada pelatih menjadi metode yang efektif. Menurut dia, pemain-pemain yang diinginkan selalu sukses direkrut. Di antaranya, Yohan Ibo, Erol F.X. Iba, dan Jusmadi. Maklum, dia juga menjadikan pengalamannya sebagai pemain untuk mendekati buruan. Salah satu caranya, menceritakan secara jujur kondisi keuangan Persebaya plus target tim di Divisi Utama musim depan.

Aji mengungkapkan bahwa ada beberapa pemain yang kembali melengkapi nama-nama itu. Namun, dia belum mau mengatakan karena masih mematangkan negosiasi. ''Mungkin, yang saya lakukan adalah semi manager coach. Tapi, sekali lagi, kualitas pemain yang saya rekrut harus saya pertanggungjawabkan kepada manajemen dan masyarakat Surabaya,'' tegasnya. (uan/c12/diq)

Deltras Berburu Tiga Asing

Liga Indonesia-Delta Putra Sidoarjo (Deltras) akan memaksimalkan kuota lima pemain asing untuk berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2010-2011. Setelah mengikat Fernando Danilo dan Cristiano Lopes, mereka kini memburu tiga pemain asing lagi.

Pelatih Deltras Nus Yadera menyatakan, para legiun asing itu dibutuhkan untuk mengisi pos sebagai kiper, stoper, dan striker. Sebab, di posisi itulah kelemahan Deltras sekarang.

''Melihat perkembangan tim selama berlaga di Liga Jatim, mau tidak mau kami juga harus mendatangkan seorang striker dan stoper dengan kemampuan lebih,'' kata Nus.

Di ajang Liga Jatim, The Lobster -julukan Deltras- sejatinya telah memainkan dua penggawa asing untuk posisi striker dan stoper. Yakni, Germain Bationo (Burkina Faso) dan Abunaw Cletus Lapula (Kamerun). Namun, performa mereka kurang memuaskan. Karena itu, kecil peluang mereka untuk masuk skuad Deltras.

''Dalam beberapa hari ini, kami konsentrasi untuk mencari pemain-pemain dengan posisi tersebut. Terutama beberapa pemain asing yang selama ini mengikuti seleksi bersama kami,'' jelas Nus.

Pemain asing yang saat ini mengikuti seleksi di Deltras adalah Fernando Andrade asal Brazil. Selain itu, sebelum libur Lebaran, ada seorang pemain Australia dan dua pemain dari Maroko yang mengadu nasib dalam seleksi Deltras. (dik/c7/ca)

Singo Edan Akan Go Public

Liga Indonesia-Beragam cara dilakukan Arema Indonesia untuk mencari sumber penghasilan. Tidak seperti kebanyakan klub di Indonesia yang mengandalkan uang negara, sebagai tim swasta Arema memang harus mencari dana sendiri. Nah, salah satu terobosan yang akan dilakukan adalah melakukan go public.

Ya, Arema akan melepas saham untuk dimiliki secara bebas oleh publik. Itu berarti siapa pun bisa menjadi pemilik Singo Edan -julukan Arema- dengan membeli saham klub tersebut. Rencana itu diharapkan terwujud akhir tahun ini.

Pengurus Yayasan Arema kini sedang getol merancang proses PT Arema Indonesia menjadi perusahaan terbuka. Dengan melepas saham kepada masyarakat luas, Arema diharapkan tidak lagi mengalami krisis keuangan.

Rencana go public itu sebenarnya bukan hal baru. Ketika Arema masih menjadi milik PT Bentoel, pengurus yayasan juga merancang dengan cukup matang rencana tersebut. Wacana itu juga pernah dicetuskan Ketua Yayasan Arema Muhammad Nur bersama CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono awal musim lalu.

Nah, saat ini rencana itu diseriusi. Bahkan, Yayasan Arema menargetkan, rencana tersebut akhir tahun ini bisa direalisasikan. "Akhir tahun ini kami berharap, Arema sudah bisa go public," kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Arema Andi Darussalam Tabusala.

Harapannya, Arema mendapatkan kemudahan terkait dengan pendanaan dari masyarakat. Andi menyatakan, bila go public, Arema akan menjadi milik para pemegang saham yang bisa berasal dari unsur apa pun. ''Untuk menuju go public memang berat, tapi kami optimistis bisa merealisasikan,'' kata pria yang juga direktur PT Liga Indonesia itu.

Antusiasme Aremania yang luar biasa menjadi modal berharga bagi Arema untuk menjadi perusahaan terbuka. Pengurus Arema yakin, rencana go public bakal mendapatkan respons positif. Saat ini harga per lembar saham yang akan ditawarkan masih dimatangkan. ''Prosesnya sedang berjalan," kata M. Nur. (gus/abm/jpnn/c13/ca)

Riedl: Permainan Timnas Sedikit Meningkat

Liga Indonesia-Pelatih timnas senior Alfred Riedl menyatakan, permainan tim besutannya mengalami sedikit peningkatan pada pertandingan uji coba melawan Pro Titan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Menurut Riedl, dibandingkan dengan permainan pada uji coba pertama melawan Persita Tangerang, ada perbaikan cukup berarti. Pelatih asal Austria ini menilai pemain belum tampil secara maksimal.

“Walau masih kecewa, tapi saya melihat ada peningkatan dibandingkan uji coba sebelumnya. Hanya saja, peningkatan ini tidak terlalu banyak. Mungkin pemain belum bisa maksimal, karena mereka menjalankan ibadah puasa,” ujar Riedl.

Riedl menyayangkan banyaknya peluang yang terbuang percuma. Permainan timnas cukup bagus pada 50 menit pertama. Setelah itu, permainan timnas mengalami penurunan.

Pada laga uji coba itu, Riedl menerapkan dua skema permainan. Pada babak pertama dan kedua, timnas memperagakan pola 4-4-2. Sedangkan di babak ketiga dan empat, timnas menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan menjadikan M Isnaini sebagai striker tunggal.

“Saya memakai satu penyerang di dua babak terakhir, karena tidak ada striker lagi. Yongi [Aribowo] tidak bisa main, sebab kondisi fisiknya sedang tidak bagus,” ungkap Riedl.

Diwarnai Hujan Kartu, Timnas Bekap Pro Titan

Liga Indonesia-Timnas senior yang dipersiapkan terjun di Piala AFF kembali memetik kemenangan dalam laga uji coba melawan tim lokal setelah menundukkan Pro Titan Medan 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Berbeda dibandingkan sebelumnya, pertandingan selama 4X30 menit antara timnas senior dan Pro Titan ini berlangsung keras. Wasit terpaksa mengeluarkan 11 kartu kuning, delapan diantaranya diberikan kepada Pro Titan.

Kerasnya pertandingan ini juga membuat striker timnas Jaya Teguh Angga harus ditarik keluar pada pertengahan babak kedua, setelah kepalanya berdarah usai berbenturan dengan salah satu pemain Pro Titan dalam perebutan bola.

Seperti halnya laga uji coba sebelumnya, permainan timnas secara keseluruhan masih belum memuaskan. Minimnya variasi permainan membuat serangan timnas mudah dibaca lawan.

Timnas unggul pada menit ke-25 melalui Arif Suyono setelah terjadi kemelut di depan gawang Pro Titan, karena kiper Putra tidak berhasil menangkap dengan baik bola tendangan Jaya Teguh.

Di babak kedua, timnas memperlebar keunggulan pada menit ke-32 melalui tendangan bebas Bambang Pamungkas di sisi kiri pertahanan Pro Titan. Pelatih timnas senior Alfred Riedl memasukkan M Isnaini, karena Jaya Teguh mengalami cedera pada bagian kepalanya.

Permainan timnas mengalami peningkatan di babak ketiga setelah Riedl melakukan sejumlah perombakan. Sejumlah peluang berhasil didapat pasukan Merah Putih. Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat Timnas senior tak kunjung mendapatkan gol.

Isnaini akhirnya memastikan kemenangan timnas senior menjadi 3-0 pada menit ke-75 memanfaatkan bola muntah tendangan Atep yang tak bisa ditangkap dengan baik oleh kiper Yuda.

Kendati mendominasi permainan sepanjang babak keempat, timnas tetap tak mampu menambah pundi-pundi gol. Hingga pluit panjang ditiupkan wasit, skor 3-0 tidak mengalami perubahan.

November, Sriwijaya Rekrut Pembobol Gawang Brasil

Liga Indonesia-Manajemen Sriwijaya FC akan mendatangkan gelandang timnas Korea Utara, Ji Yun Nam, pada November mendatang, kendati kompetisi Superliga Indonesia 2010/11 sudah bergulir.

Direktur umum PT Sriwijaya Optimis Mandiri [SOM] Dodi Reza mengatakan, manajemen sudah melakukan negosiasi dengan pemain berusia 33 tahun tersebut, dan telah menemui kesepakatan harga yang ditawarkan klub.

“Dari negosiasi itu, dia sudah setuju dengan harga yang kami tawarkan. Jika tidak halangan, maka pada November nanti dia sudah menandatangani kontrak. Paling lambat Desember. Ji Yun Nam akan menjadi pemain Korea Utara pertama yang main di Indonesia,” ujar Dodi.

Mengingat perekrutan dilakukan setelah bursa transfer ditutup, maka Ji Yun Nam baru akan bisa memperkuat Sriwijaya FC pada putaran kedua nanti. Selain itu, momen ini digunakan untuk mengurusi administrasi Ji Yun Nam yang diperkirakan berlangsung lama, karena tak ada kedutaan besar di masing-masing negara.

Saat ini Ji Yun Nam memperkuat klub Liga Utama Korea Utara, April 25. Bersama tim nasional, Ji Yun Nam menjalani karir cukup bagus. Ia menjadi pencetak gol tunggal Korea Utara ke gawang Brasil pada Piala Dunia 2010 lalu.

Sriwijaya FC Juara Inter Island Cup

Liga Indonesia-Sriwijaya FC meraih titel pertama di musim kompetisi 2010/11. Sukses tersebut diraih SFC di turnamen pemanasan Inter Island Cup. Pada final IIC di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (5/9), SFC menaklukkan Persiwa 2-0. Gol-gol SFC dihasilkan Park Jung Hwan dan Budi Sudarsono.

Keberhasilan meraih trophy sekaligus menjadi debut menawan bagi pelatih SFC Ivan Kolev. Pelatih baru yang menggantikan Rahmad Darmawan memberi bukti dengan mengantarkan Laskar Wong Kito memetik gelar juara.

Hanya sukses tersebut dinilai sebagai hal yang wajar karena final IIC digelar di kandang SFC. Pasukan Kolev tentu mendapat dukungan penuh dari suporter.

Sebaliknya, pencapaian Persiwa ke final termasuk luar biasa. Pasalnya, Persiwa tidak melakukan persiapan khusus. Mereka menggantikan Persipura Jayapura hanya beberapa hari menjelang turnamen bergulir. 



Serangan SFC akhirnya membuahkan hasil di menit ke-20. Gol tersebut dihasilkan Park melalui kerjasama satu dua dengan Budi. Ia sempat melewati pemain belakang lawan sebelum membobol gawang Galih Firmansyah.

Setelah gol itu, serangan SFC makin meningkat. Namun, mereka masih gagal menembus pertahanan Persiwa. Sebaliknya, Persiwa mendapat satu peluang bagus melalui Alan Aronggear. Namun, upayanya digagalkan oleh kiper Fauzal Mubarok.

SFC nyaris menambah gol saat Budi berhasil lolos dan melejit sendirian di sisi kanan gawang lawan menjelang akhir babak pertama. Namun, tendangannya masih bisa diblok oleh kiper Galih.

Demikian pula, umpan Octavianus kepada Park masih gagal. Tendangan pemain baru SFC ini hanya melebar tipis di sisi kiri gawang.

Memasuki babak kedua, serangan SFC tak menurun. Pasalnya, keunggulan 1-0 belum bisa mengamankan peluang untuk menjadi juara. Hanya, Persiwa juga mencoba mengejar ketinggalannya. Peluang bagus diperoleh Alan Aronggear. Sayangnya, ia kembali gagal.

Selanjutnya, SFC mendapat giliran menyerang pertahanan Persiwa. Namun, tendangan Supardi masih melebar di menit ke-49. Meski demikian, tuan rumah terus berusaha menekan lawan.

Upaya SFC akhirnya membuahkan hasil saat Budi mencetak gol di menit ke-63. Gol itu berawal dari umpan terobosan yang mengejutkan pemain Persiwa. Mereka gagal memotong bola terobosan yang mengarah ke Budi. Tak hanya itu.

Pemain belakang tim Badai Pegunungan juga tak mampu mengantisipasi Budi yang melakukan solo run dan tinggal berhadapan dengan Galih. Budi tanpa kesulitan mengecoh kiper dan melepaskan tendangan ke gawang yang kosong.

Setelah gol itu, SFC masih berharap memperbesar keunggulannya. Tercatat tendangan Bobby Satria masih melambung tipis di menit ke-67. Selanjutnya, sundulan Octavianus juga masih melebar.

Saat sepuluh menit menjelang bubaran terjadi insiden yang membuat Budi diusir. Dia sengaja memukul pemain belakang Persiwa Sasha Sicevic di menit ke-80. Tindakan itu langsung berbuntut kartu merah.

Kehilangan satu pemain mendorong Kolev untuk menarik Octavianus dan memperkuat lini belakang. Dia kemudian memasukkan Rendy Siregar.

Usaha tersebut cukup berhasil karena Persiwa tetap gagal menembus pertahanan SFC. Di menit terakhir, Persiwa memperoleh peluang bagus melalui Alan Arongge, tendangannya ar yang lolos dari kawalan pemain belakang SFC.

Namun, usahanya bisa digagalkan oleh kiper. Kedudukan 2-0 akhirnya bertahan sampai selesai pertandingan. 

Minggu, 05 September 2010

Timnas U-16 Lemah di Transisi



Liga Indonesia-Timnas U-16 Indonesia makin percaya diri menghadapi Piala AFF U-16 yang akan dilangsungkan di Solo pada 20-26 September mendatang. Permainan tim besutan Mundari Karya itu terus meningkat.

Kemarin sore (4/9), skuad yang disiapkan untuk berlaga dalam Piala AFC U-16 Uzbekistan pada 24 Oktober-7 November 2010 tersebut kembali menjalani uji coba menghadapi SSB Lokomotive Bandung di Gelora Bung Karno (GBK). Hasilnya, tim Garuda Cilik menang telak 12-0.

Striker Ricky Alvian menjadi bintang kemenangan dengan mencetak empat gol. Masing-masing pada menit ke-11, 17, 33, dan 39. Gol-gol lainnya dicetak Angga ( 23'), Antony (30'), Fahri (41'), Hadi (50', 80'), Rinaldi (53'), Abd. Mutholib (63'), dan Robin (69').

Itu adalah kemenangan ke-10 yang ditorehkan skuad timnas U-16 dalam 13 kali uji coba selama dua bulan terakhir. Tiga pertandingan lainnya berakhir dua kali seri dan sekali kalah.

''Tim makin produktif. Finishing touch-nya sudah bagus,'' kata Mundari Karya, pelatih timnas U-16, setelah laga uji coba kemarin. ''Pengertian 'main bola' anak-anak sudah terlihat. Itu bisa dilihat dari penampilan mereka sore ini (sore kemarin, Red). Hampir semua gol lahir dari skema permainan yang bagus,'' sambungnya.

Mundari semakin puas karena pada babak pertama yang berkesudahan 7-0, tim yang diturunkan SSB Lokomotive adalah U-19.

Meski puas, Mundari menilai masih ada celah dalam timnya yang harus segera dibenahi. Yaitu, dalam hal transisi. ''Kalau main posisi, tampaknya, masih belum berjalan seperti yang kami inginkan. Ini PR yang harus segera kami selesaikan,'' bebernya.

Mundari juga memastikan menolak tawaran uji coba melawan timnas Kuwait karena waktunya tidak tepat. Yakni, timnas U-16 negeri kaya minyak itu mengajak beruji coba setelah Lebaran. (ali/c5/ko)

PSPS Minta Laga Awal Di Kandang Lawan

|Liga Indonesia-Manajemen PSPS Pekanbaru mengajukan permintaan kepada PT Liga Indonesia untuk mengubah sejumlah pertandingan awal tim Askyar Bertuah dari laga kandang menjadi tandang.

Berdasarkan draft jadwal Superliga Indonesia 2010/11 yang dikeluarkan PT Liga Indonesia, PSPS akan menjamu Persija Jakarta pada 26 September nanti. Setelah itu, PSPS akan meladeni Deltras Sidoarjo pada 16 Oktober, dan tiga hari kemudian menerima kedatangan Persela Lamongan. Draft yang dikeluarkan PT Liga ini masih bisa mengalami perubahan satu pekan setelah dirilis pada 1 September lalu.

Asisten manajer tim PSPS Dityo Pramono mengatakan, untuk pertandingan pertama melawan Persija akan sulit digelar di Stadion Kuansing, karena bertepatan dengan penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur'an [MTQ] Provinsi Riau.

Sedangkan perubahan untuk pertandingan melawan Deltras dan Persela lebih disebabkan guna menyelesaikan kesiapan stadion. Menurut Dityo, PT Liga menilai Stadion Kuansing belum mempunyai kamar mandi dan toilet di ruang wasit.

“Karena itu, kami akan mengahukan perubahan jadwal di laga awal kandang. Kalau bisa, kami ingin pertandingan kandang ini menjadi laga tandang. Selain waktunya berbenturan, juga memberikan kami waktu untuk memenuhi persyaratan stadion yang masih dianggap kurang oleh PT Liga,” ujar Dityo.

“Kami keberatan kalau harus menjalani pertandingan kandang awal di tempat lain. Ini menjadi kerugian bagi PSPS.”

Darko Benahi Psikologi Pemain Persib

Liga Indonesia-Kekalahan telak 6-0 dari Sriwijaya FC pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B turnamen Inter Island Cup [IIC] membuat mental pemain Persib anjlok. Pelatih Daniel Darko Janackovic pun berusaha membenahi kondisi psikologi pemain.

Dalam sesi latihan hari ini, Darko berusaha membangkitkan mental pemain yang terpuruk akibat kekalahan itu. Menurut Darko, ia sedang berusaha keras memperbaiki psikologi pemain.

“Dari latihan hari ini, fisik pemain tidak ada masalah. Mereka semua dalam kondisi bagus. Tapi yang menjadi masalah adalah psikologi pemain setelah kekalahan dari Palembang. Kami berusaha keras untuk memulihkan beban psikologi mereka,” ujar Darko.

Sebelumnya, kekalahan ini memunculkan rumor Persib sengaja mengalah untuk memberikan kemenangan kepada Sriwijaya. Tapi rumor tersebut dibantah para pemain. Menurut pemain, mereka tidak pernah mengalahkan terhadap tim mana pun. Pemain mengakui bila Sriwijaya bermain sangat bagus di laga tersebut.

Lawan Pro Titan, Penentu Nasib Pemain

 

Liga Indonesia-Skuad timnas senior akan kembali menguji kekuatan. Setelah Kamis malam (2/9) dijajal Persita Tangerang (menang 4-1), malam nanti Bambang Pamungkas dkk akan beruji coba melawan tim Divisi Utama lainnya, Pro Titan FC.

Bagi para pemain yang mengikuti pemusatan latihan, uji coba malam nanti sangat penting. Sebab, pelatih Alfred Riedl bersama tim pelatih akan melakukan pencoretan pemain setelah menghadapi Pro Titan. Dipekirakan, sekitar empat pemain dipulangkan dan diganti pemain baru saat TC tahap kedua dimulai pada awal Oktober mendatang.

''Kami belum tahu apakah akan ada perubahan komposisi pemain yang diturunkan atau tidak. Semua terserah coach Alfred,'' kata Widodo C. Putra, asisten pelatih timnas, setelah memimpin latihan kemarin sore.

Dalam latihan itu Riedl tidak tampak di lapangan. Dia berada di Thailand bersama koordinator talent scouting BTN Sutan Harhara untuk menyaksikan timnas Thailand beruji coba melawan India.

Menghadapi Pro Titan, Widodo meminta pemain untuk memperbaiki kekurangannya masing-masing. ''Kami akan fokus pada pengertian cara bermain dan komunikasi antar pemain,'' cetus Widodo.

Sementara itu, asisten pelatih Wolfgang Pikal menyatakan, performa para pemain timnas belum optimal karena saat ini kondisi fisik mereka jauh dari maksimal. ''Semua tahu, ini kan bulan puasa. Sulit untuk membawa pemain ke kondisi optimal," ujarnya. (ali/c13/ko)

Pastikan Sembilan Pemain Gabung

Liga Indonesia-Gerilya Persebaya untuk terus melengkapi kekuatan di Divisi Utama 2010-2011 berlanjut. Terbaru, tim yang saat ini diarsiteki Aji Santoso itu mengikat sembilan pemain.

Enam di antaranya sudah resmi tanda tangan kontrak untuk kerja sama selama setahun ke depan. Mereka adalah Erol Iba, Yohan Ibo, Andik Vermansyah, Mat Halil, Taufiq, dan Lucky Wahyu. Teken kontrak itu dilakukan di mes Eri Irianto kemarin (4/9). Selain enam pemain itu, Juan Marcelo Cirelli dan kiper Endra Prasetya dijadwalkan teken kontrak besok (6/9).

Hendri Suhariyanto, bendahara Persebaya, menyatakan bahwa Endra dan Marcelo direncanakan teken kontrak Senin. ''Ini kami sudah menyiapkan kontrak untuk mereka berdua,'' kata Hendri sambil menunjukkan dua map bertulisan nama dua pemain tersebut.

Di luar pemain-pemain di atas, tim berjuluk Green Force itu juga sukses menggaet Jusmadi, gelandang 27 tahun yang musim lalu memperkuat Pelita Jaya. Aji menyatakan, pihaknya sudah deal harga dengan gelandang bertinggi 168 sentimeter tersebut. ''Kalau tidak ada halangan, Jusmadi bergabung setelah Lebaran,'' kata dia.

Aji menuturkan, dirinya memantau perkembangan Jusmadi jauh-jauh hari. Menurut dia, Jusmadi kerap menjadi eksekutor tendangan sudut. Umpan akurat juga diakui menjadi salah satu keunggulan Jusmadi.

Pelatih 40 tahun itu menyatakan bahwa dirinya berperan aktif dalam setiap perburuan pemain. Dia juga mengaku sedang mendekati beberapa pemain asal tim lain. ''Tapi, kalau soal nama, nanti saja. Kalau sudah deal, baru kami umumkan,'' tegasnya.

Perekrutan pemain memang menjadi agenda besar Persebaya kali ini. Minimal Persebaya harus merekrut sekitar 17 pemain lagi. Aji memiliki gambaran bahwa Persebaya minimal akan diperkuat 23 pemain. Jumlah tersebut terdiri atas tiga kiper, delapan defender, delapan gelandang, dan empat striker. Namun, jumlah itu bisa saja bertambah karena keberadaan sejumlah pemain magang.

Terpisah, Ketua Pengcab PSSI Surabaya versi Saleh Ismail Mukadar menyatakan, akan ada beberapa pemain binaan pengcab yang berpeluang magang di Persebaya. Di antaranya, Dimas Galih, Nur Fasta, Aulia Ardi, dan Miko Ardiyanto.

''Kami ingin mereka magang dulu agar lebih matang. Selanjutnya, kalau memang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, mereka bisa kami kontrak seperti pemain lain,'' jelasnya.

Di sisi lain, dia mengakui bahwa cara itu lebih efisien. Dengan target membentuk tim berkualitas Indonesia Super League (ISL), Persebaya diperkirakan menghabiskan dana tak jauh berbeda dari belanja pemain musim lalu. ''Karena materi ISL, kami perkirakan jumlah yang dibelanjakan tak jauh berbeda dari musim lalu,'' kata Saleh.

Pada awal kompetisi musim lalu Persebaya menghabiskan dana sekitar Rp 11,8 miliar untuk belanja pemain. Tapi, jumlah itu diperkirakan bertambah karena Persebaya merubah kekuatan. Salah satunya, ketika mengganti Josh Maguire dan Anderson da Silva dengan Jeon Byung-euk dan Marcelo Cirelli. (uan/c13/ko)

SRIWIJAYA FC v PERSIWA

Liga Indonesia-Sukses membungkam Persib Bandung 6-0 pada Rabu lalu (1/9), Sriwijaya FC langsung fokus melawan Persiwa Wamena dalam laga final Inter Island Cup (IIC) malam nanti (5/9) (siaran langsung RCTI pukul 21.00 WIB). ''Saya berharap agar pemain bisa bermain lebih baik dari pertandingan sebelumnya. Dengan begitu, kami bisa mengulang sukses seperti saat melawan Persib,'' kata pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev kemarin.

Tapi, demi menjaga kolektivitas tim agar meraih kemenangan, Kolev tak mau memasang target muluk-muluk pada turnamen antarpulau itu. ''Tidak ada perubahan target. Kami tetap memasang terget seperti sebelum-sebelumnya. Terpenting, kami bermain maksimal dan bisa memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya dan suporter,'' jelas mantan arsitek timnas Indonesia itu.

Ya, sebelum turnamen yang diproyeksikan sebagai pemanasan kompetisi Indonesia Super League (ISL) bergulir, Kolev tak memasang target apa pun. Mantan pelatih Persipura tersebut hanya menganggap turnamen itu sebagai ajang uji coba, bahkan ajang latihan biasa.

''Belum semua pemain kami bergabung. Tim ini juga baru terbentuk sehingga kami perlu persiapan yang lebih matang untuk melakukan setiap pertandingan,'' imbuh pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 juli 1957, itu.

Tapi, meski tetap memasang target awal, Laskar Sriwijaya tak mau berdiam diri jelang menghadapi Persiwa di partai final malam nanti. Kolev pun masih terus mencari racikan moncer demi meraih kesuksesan yang kedua. Maklum, Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya FC- berharap bisa mengulang kemenangan atas Persib. Sebab, pertandingan itu merupakan laga harga diri.

Tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut tersebut tak mau dipermalukan lagi di hadapan pendukungnya. Pasalnya, tim juara double winner 2007 itu sempat dipermalukan lebih dahulu oleh Persiba Balikpapan. Skornya telak, 0-3. Hasil tersebut merupakan kekalahan di kandang terbesar, pasca Sriwijaya meraih juara double winner, saat melawan tim ISL.

Apalagi, Sriwijaya akan membawa nama besar Pulau Sumatera. Praktis, Sriwijaya akan menjaga nama besar tim Sumatera yang telah dipercayakan kepada mereka untuk berkibar di turnamen antarpulau itu.

Kans untuk menjaga reputasi Sriwijaya terbuka lebar. Sebab, kepercayaan diri Ponaryo Astaman dkk sedang pada titik klimaks. Apalagi, pascamenang 6-0 atas Persib, dukungan suporter semakin tinggi. Itu menjadi motivasi tersendiri bagi skuadra Ivan Kolev untuk menjadi juara.

Bukan hanya itu, Sriwijaya lebih diunggulkan head to head di Gelora Sriwijaya Jakabaring. Dari dua pertemuan, Badai Pegunungan -julukan Persiwa- belum pernah menang. Yakni, Sriwijaya sukses menang 3-1 pada laga ISL (18/7/08) dan menang 4-1 pada laga ISL (2/5). Pasti, itu menjadi modal Sriwijaya mempertahankan rekor yang belum pernah kalah di kandang atas Persiwa.

Tapi, perjuangan Sriwijaya untuk menjaga reputasi sekaligus menjadi juara bakal sedikit berat. Sebab, absennya beberapa pemain seperti lima pemain timnas, Keith Kayamba Gumbs, dan Julio Cesar yang masih diragukan turun menjadi kendala tersendiri bagi Laskar Wong Kito.

Sementara itu, Persiwa datang ke Palembang dengan kepercayaan diri tinggi. Meski bermain di hadapan Sriwijaya Mania (suporter Sriwijaya FC), Badai Pegunungan tetap optimistis dapat memberikan yang terbaik. ''Sebenarnya kami sangat minim persiapan. Tapi, dengan optimisme tinggi, kami tetap berusaha untuk bisa menjadi yang terbaik,'' kata pelatih Persiwa Wamena Suharno kemarin (3/9).

Persiwa tiba di Palembang kemarin petang pukul 17.30 WIB dengan membawa 18 pemain. Yakni, 2 pemain senior, 3 pemain asing seleksi, dan sisanya pemain U-21 serta pemain rekrutan tim Divisi Utama. "Kami mengandalkan semangat tinggi dan bermain apa adanya. Sebab, itulah yang menjadi kesuksesan kami saat bermain di Malang di penyisihan grup," ucapnya. (mg43/jpnn/c10/ko)

---

PERKIRAAN PEMAIN

Sriwijaya (4-4-2) : 18-Fauzal Mubarak (g), 22-Supardi Nasir, 16-Ahmad Jufrianto, 6-Claudiano Santos, 27-Rendi Siregar, 9-Dirga Lasut, 11-Ponaryo Astaman, 24-Mahyadi Panggabean, 13-Budi Sudarsono, 28-Oktavianus Maniani, 88-Park Jung-hwan.

Pelatih : Ivan Venkov Kolev

Persiwa (4-4-2) : 20-Galih Firmansyah (g), 22-Peter Lipede, 21-Didier Koutozi, 6-Supriyadi, 15-Isak Konon, 18-Alex Yerrangga, 8-Marcelino Mandagi, 23-Imanuel Padwa, 17-Ferdinand Sinaga, 10-Pieter Rumaropen, 13-Alan Arronggear

Pelatih : Suharno

HEAD TO HEAD

02-05-2010 Sriwijaya FC v Persiwa 4-1 (ISL)

29-11-2009 Persiwa v Sriwijaya FC 3-0 (ISL)

06-06-2009 Persiwa v Sriwijaya FC 1-0 (ISL)

18-07-2008 Sriwijaya FC v Persiwa 3-1 (Super Liga)

Sabtu, 04 September 2010

Kandang Deltras Belum Layak


Liga Indonesia-Gelora Delta Sidoarjo belum layak sebagai venue kompetisi Indonesia Super League (ISL). Pasalnya, banyak fasilitas di kandang Delta Putra Sidoarjo (Deltras) itu yang tidak memenuhi standar.

''Setelah kami melakukan verifikasi, banyak fasilitas di stadion itu yang tidak memenuhi standar untuk dijadikan tempat pertandingan di ISL. Jadi, para pengelola stadion harus segera melakukan pembenahan sebelum kompetisi bergulir,'' ungkap Manajer Lisensi PT Liga Indonesia (LI) Lano Mahardika kemarin (3/9).

Menurut dia, fasilitas-fasilitas yang harus dibenahi itu adalah jala gawang yang tidak berwarna putih, lampu stadion, sampai letak musala yang harus direlokasi karena dekat dengan pintu masuk ke lapangan. Juga, beberapa fasilitas di dalam ruang ganti seperti loker dan kamar mandi.

''Kami sudah merekomendasikan untuk perubahan fasilitas itu saat stadion ini dipercaya sebagai tuan rumah empat besar Piala Indonesia. Tapi, tidak tahu mengapa kok diubah lagi,'' kata Lano.

Salah satunya adalah jala gawang. Saat empat besar Piala Indonesia, PT LI memasang jala berwana putih. Namun, setelah perhelatan itu selesai, pengelola stadion menggantinya dengan warna lain. Sempat terjadi insiden ketika beberapa kali jala gawang ''jebol'' karena tertembus bola yang masuk gawang.

''Memang itu bukan masalah yang prinsip. Tapi, hal-hal kecil seperti itu harus diperbaiki sesegera mungkin. Kalau tidak bersedia, ya stadion ini tidak layak,'' tegas Lano.

Sementara itu, Ketua Panpel Deltras Makin Rahmat berjanji menindaklanjuti rekomendasi dari tim verifikasi tersebut. ''Kami akan tetap melakukan perbaikan dalam waktu dekat ini,'' ujarnya. (dik/c10/ca)

Uji Coba Timnas, Uruguay Gantikan Brasil

Liga Indonesia-Badan Tim Nasional [BTN] PSSI kembali gagal menghadirkan timnas papan atas Amerika Latin. Setelah Argentina, Brasil kemungkinan besar tidak akan bisa datang ke Indonesia pada 9 Oktober mendatang.

Ketua BTN PSSI Iman Arif mengatakan, Brasil tidak bisa memenuhi undangan pada Oktober nanti, karena pada bulan tersebut sudah memiliki agenda padat. Karena itu, BTN kini sedang melakukan pendekatan kepada Uruguay.

Iman menegaskan, Brasil tidak batal datang ke Indonesia. Hanya saja, jadwal kedatangan itu direvisi, dan disesuaikan dengan kegiatan tim Samba. BTN tetap mengusahakan Brasil hadir di Indonesia pada November nanti.

“Sampai sekarang kami belum mendapatkan jawaban dari CBF [federasi sepakbola Brasil]. Kami merevisi kedatangan mereka pada November nanti. Sebagai gantinya, jadwal melawan Brasil akan diisi oleh Uruguay,” ujar Iman.

Ditambahkan, BTN optimistis bisa mendatangkan Uruguay pada awal Oktober nanti, mengingat sudah mempunyai jalinan bagus dengan federasi sepakbola negara tersebut, terkait pembinaan pemain muda.

Sejak gagal mendatangkan Argentina, BTN memang sudah menjadi Uruguay sebagai penggantinya. Awalnya, BTN mengagendakan Uruguay bertanding pada November. Namun dengan kegagalan mendatangkan Brasil di awal Oktober, maka jadwal pun ditukar.

Jendri Hengkang, Persipura Bidik Kosin

Liga Indonesia-Persipura Jayapura akan mencari kiper asal Asia untuk menggantikan posisi Jendri Pitoy setelah penjaga gawang itu tidak memperlihatkan keinginan untuk bertahan bersama tim Mutiara Hitam.

Hal itu diungkapkan manajer tim Persipura Rudy Maswi ketika launching jersey tim di Jakarta hari ini. Menurut Rudy, sejumlah kiper sudah masuk bidikan, satu diantaranya Sinthaweechai 'Kosin' Hathairattanakool.

“Jendri tidak akan bersama Persipura lagi pada musim. Saya sudah mencoba menghubungi dia, tapi tidak pernah berhasil. Saya dengar dia mendapat tawaran dari beberapa klub. Katanya dia akan ke Perseman [Manokwari],” ungkap Rudy.

“Kami akan mencari kiper dari Asia, dan berharap bisa mendapatkannya sebelum kompetisi dimulai. Kosin mungkin bisa masuk dalam daftar kami. Tapi kami terlebih dahulu harus melihat agenda kompetisi di negara-negara Asia, karena jadwal mereka tidak sama dengan kita.”

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyatakan tidak akan ada perubahan besar-besaran dalam komposisi pemain Persipura. Manajemen bakal mempertahankan sebagian besar skuad yang ada.

Persipura Dapat Sponsor Jersey Rp4 Miliar

Liga Indonesia-Perusahaan perlengkapan olahraga Specs kembali melanjutkan kerja samanya dengan Persipura Jayapura untuk kompetisi Superliga Indonesia 2010/11 dengan total nilai mencapai Rp4 miliar.

Dari kerja sama ini, selain jersey, Persipura juga akan mendapatkan  sepatu, kaos kaki, training pack, tas travel, tas sepatu, kaos santai, bola kaki, rompi, dan baju latihan.

“Kami akan memenuhi semua kebutuhan perlengkapan Persipura selama satu musim. Ada sekitar 35 item, dan 5.000 pieces barang,” ujar Arif Piradji Wirawan, presiden direktur PT Panatrade Caraka, saat launching jersey Persipura di Jakarta hari ini.

Sedangkan manajer tim Persipura Rudy Maswi mengatakan, dengan adanya kerja sama ini, maka pengeluaran untuk kebutuhan perlengkapan tim selama satu musim bisa dieliminir. Selain Specs, Persipura juga sudah menjalin kerja sama sponsorship dengan sejumlah perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Specs yang sudah menjadi sponsor klub di Indonesia. Setidaknya dengan kerja sama ini bisa memangkas biaya operasional klub,” kata Rudy.

Jumat, 03 September 2010

Gaston Castano Ingin Kembali ke Lapangan Hijau

Liga Indonesia-Gaston Castano pernah menjadi salah satu pemain asing yang bersinar di Indonesia. Namun, belakangan dia justru banyak muncul di dunia selebritas. Nah, musim ini pemain asal Argentina itu siap comeback ke lapangan hijau.

---

Gaston... Gaston... Gaston... Begitu teriakan beberapa wanita yang menyaksikan laga uji coba Persija Jakarta melawan PSAL di Stadion Lebak Bulus kemarin sore. Tak sekadar menyapa, para wanita itu juga meminta tangan Gaston dan foto bareng.

Meski sempat menghilang dari pentas sepak bola nasional, pamor Gaston tidak serta merta pudar. Dia bahkan semakin dikenal setelah menjalin hubungan asmara dengan artis seksi Julia Perez atau yang akrab disapa Jupe. Sejoli itu kerap muncul di layar kaca sebagai bintang iklan.

Gaston kali terakhir tampil bersama Persiba Balikpapan. Namun, begitu musim 2008-2009 berakhir, kontraknya tidak diperpanjang. Alhasil, penyerang 25 tahun itu tidak lagi nongol di lapangan hijau.

''Musim lalu saya sengaja off dari sepak bola. Itu saya lakukan karena saya ingin fokus memulihkan kondisi,'' kata Gaston. Saat membela Persiba, dia cedera lutut yang lumayan parah. Gaston bahkan harus menjalani operasi di Australia. Kini cedera itu tampaknya sudah membaik. Gaston pun beberapa kali tam­pil di pertandingan tidak resmi. Termasuk saat membela Persija kemarin.

''Musim lalu sebenarnya ada beberapa klub yang menginginkan saya bergabung. Tapi, saya menolak karena takut tidak bisa maksimal. Jika saya memaksa, malah reputasi saya akan rusak,'' ungkapnya.

Meski tampil hanya 45 menit, Gaston sepertinya ingin memanfatkan kesempatan itu untuk membuktikan bahwa dia belum habis. Meski tidak mencetak gol, mantan pemain PSIS Semarang itu tampil cukup menawan. ''Sekarang saya sudah merasa 100 persen fit dan siap kembali berkiprah di persepakbolaan Indonesia. Saya ingin bergabung dengan salah satu tim ISL,'' tegasnya.

Harapan Gaston bisa jadi terwujud. Kabarnya, salah satu tim ISL berminat memakai tenaganya. Klub itu adalah Persibo Bojonegoro, juara Divisi Utama 2009-2010 yang promosi ke ISL. ''Ya, saya sudah dihubungi manajemen Persibo. Saat ini tengah dilakukan pembicaraan,'' ungkap Gaston.

Hal itu dibenarkan pelatih Persija Rahmad Darmawan. Dia mengaku dihubungi pelatih Persibo Sartono Anwar terkait dengan kondisi Gaston. ''Pihak Persibo menghubungi saya untuk minta informasi mengenai kondisi Gaston. Saya bilang apa adanya saja,'' ujar Rahmad.

Mantan pelatih Sriwijaya FC itu menilai Gaston masih layak bergabung dengan salah satu klub ISL. ''Selama berlatih di sini, saya tahu kondisinya seperti apa. Dia layak bermain di ISL,'' kata Rahmad. Menurut dia, Gaston adalah sosok pemain yang punya skill tinggi dan membahayakan lawan. ''Itu yang saya tangkap ketika melihat dia berlatih bersama Persija,'' ujarnya. (*/c2/ca)

Data Diri

Nama: Christian Gaston Castano

Lahir: 8 Juli 1985

Warga: Argentina

Tinggi: 180 cm

Posisi : Penyerang

Karir:

2005-2006Armenio

2007PSS Sleman

2008 PSIS Semarang (putaran 1)

2008 Persiba Balikpapan (putaran 2)

Abanda Gabung Persema

Liga Indonesia-Setelah gagal berlabuh di Persib Bandung, pemain asal Kamerun Abanda Herman akhirnya mendapatkan klub baru. Mantan pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar itu akan membela Persema Malang musim depan. "Abanda resmi jadi milik Persema. Dia sudah tanda tangan kontrak," kata Manajer Persema Asmuri kemarin sore (2/9).

Dengan bergabungnya Abanda, Persema punya duo Kamerun di barisan pertahanan. Sebelumnya, Laskar Ken Arok -julukan Persema- memperpanjang kontrak Seme Pierre Patrick. Duo Kamerun itu diharapkan membuat lini belakang Persema makin solid.

Asmuri mengatakan, pihaknya tidak menemui hambatan dalam menggaet Abanda. Terlebih Ketua Umum Persema Peni Suparto juga turun tangan dalam negosiasi. Abanda yang berada di Jakarta dihubungi pada Rabu malam (1/9). Tak sampai 15 menit, Abanda langsung setuju dengan tawaran Persema.

Abanda pun tiba di Malang kemarin dan langsung langsung meneken kontrak. ''Bisa melakukan negosiasi dengan cepat itu rezeki bagi Persema. Padahal, untuk pemain sekelas Abanda, biasanya negosiasi sulit dan dilakukan berulang-ulang," ucap Asmuri.

Meski sudah teken kontrak, Abanda tidak langsung ikut latihan kemarin. Pemain bertinggi 189 sentimeter itu baru akan menjalani latihan perdana di Persema Senin (6/9). Pagi ini dia kembali ke Jakarta untuk mengambil barang dan perlengkapan.

Abanda mengatakan senang bisa bergabung dengan Persema. Dia sudah banyak mengetahui kondisi Persema dari Seme. "Saya pemain profesional. Di mana pun bermain, saya harus maksimal," katanya saat mampir di kantor Radar Malang (Jawa Pos Group) kemarin.

Dengan bergabungnya Abanda, saat ini Persema memiliki empat pemain asing. Selain Abanda dan Seme Pierre Patrick, tim milik Pemkot Malang itu sudah mengikat Robbie Gaspar (Australia/tengah) dan Guy Bertrand Ngon Mamoun (Kamerun/depan). (yon/yn/jpnn/c6/ca)

Deltras Andalkan Muka Lama

Liga Indonesia-Kekuatan Delta Putra Sidoarjo (Deltras) di ajang Indonesia Super League (ISL) 2010-2011 tidak akan begitu berbeda dengan musim lalu, saat tampil di Divisi Utama. Hal itu seiring dengan keputusan manajemen mempertahankan sebagian besar materi pemain musim lalu. "Ada sebelas pemain lama yang dipertahankan," ungkap pelatih Deltras Nus Yadera kemarin (2/9).

Salah seorang pemain tersebut adalah kiper M. Juni Kurniawan. Selain itu, ada Dodok Anang, Mujib Riduan, dan Erfan Fabianto di lini belakang. Amirudin, Arif Basuki, Khoirul Mashuda, dan Feri Aman Saragih merupakan pemain tengah yang dipertahankan. Di sektor depan, ada tiga pemain lama, yakni Satyo Husodo, Sugiarto, dan Indra Setiawan.

Selain berjasa mengantarkan The Lobster -julukan Deltras- promosi ke ISL, para pemain itu secara teknis layak dipertahankan. Mereka bisa menunjukkan kemampuan masing-masing saat mengikuti seleksi. Feri dkk juga tampil lumayan bagus di ajang pemanasan Liga Jatim Piala Gubernur 2010.

"Banyak kontribusi yang mereka berikan sehingga permainan tim semakin kompak," ungkap Nus.

Kekuatan sebelas pemain tersebut akan dikombinasikan dengan para penggawa baru. Sebut saja Sutikno (eks pemain Persitara), Anang Ma'ruf (mantan pesepak bola Persebaya), dan Bejo Sugiantoro (eks penggawa Persidafon). Deltras juga mengikat dua pemain asing baru. Yakni, Danilo Fernando (eks pemain Persisam) dan Cristiano Lopes (mantan penggawa Pelita Jaya). (dik/c11/ca)

Arema Bergejolak, Andi Turun Tangan

Liga Indonesia-Andi Darussalam Tabusala datang, masalah pun hilang. Tampaknya, itulah yang terjadi di Arema Indonesia. Ketika Arema kesulitan mengikat pemain asing, Andi berhasil meyakinkan Pierre Njanka untuk bertahan. Hasilnya, mantan pemain timnas Kamerun itu pun tidak jadi meninggalkan Arema.

Sebagai ketua Dewan Pembina Yayasan Arema, Andi memang tidak bisa lepas dari tim juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 itu. Ketika kini Arema kembali bergejolak karena pemain menuntut kejelasan kontrak, Andi kembali turun tangan.

Kemarin (2/9) pria yang juga menjabat direktur PT Liga Indonesia tersebut menemui semua pemain di kantor Arema. Kesempatan itu dimanfaatkan Njanka untuk mempertanyakan ketegasan manajemen terkait dengan kontrak. Sebab, sejauh ini dia belum resmi dikontrak untuk membela Arema musim depan. Lain lagi dengan penyerang asal Singapura Noh Alam Shah. Pemain yang akrab dipanggil Along tersebut meminta manajemen menyelesaikan tunggakan gaji pemain musim lalu. "Intinya, selesaikan dulu tunggakan musim lalu," tegas Along.

Mendengar keluhan itu, Andi merespons keinginan Njanka mengenai kejelasan kontrak. Andi meminta satu per satu pemain masuk ke dalam sebuah ruang guna bertemu dengan manajemen untuk memperjelas klausul kontrak.

Namun, terkait dengan tuntutan Along, Andi tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Dia hanya meminta para pemain mengerti kondisi keuangan Arema. "Beri kami waktu sampai Lebaran untuk menyelesaikan hak pemain yang belum terbayar," kata pria asal Makassar itu.

Tidak hanya tunggakan musim lalu, Andi juga berjanji segera menyelesaikan down payment (uang muka) bagi seluruh pemain yang telah berkomitmen untuk membela Arema musim depan.

"Apa pun yang terjadi dengan Arema, kami yakin akan ada jalan keluar. Yakinlah bahwa untuk semua permasalahan di Arema, akan ada jalan keluarnya," kata pria yang kerap disapa ADT itu.

Beban manajemen di awal kompetisi memang berat. Selain menanggung utang pajak kepada Pemkab Malang sekitar Rp 560 juta, ada tunggakan gaji musim lalu sekitar Rp 700 juta. (gus/abm/jpnn/c7/ca)

Persija Genjot Latih Tanding

Liga Indonesia-Persija Jakarta menyongsong Indonesia Super League (ISL) 2010-2011 dengan sangat serius. Setelah mereka mendapatkan gambaran skuad musim depan, langkah berikutnya adalah menjalani banyak uji coba.

Dalam dua hari terakhir Ismed Sofyan dkk melakoni dua pertandingan uji coba. Rabu lalu (1/9) mereka menang telak 8-0 atas Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kemarin giliran PSAL yang dihajar dengan skor 6-0 di Stadion Lebak Bulus. Enam gol Persija dicetak oleh Aliyudin (10' dan 15'), Agus Indra (32'), Mohammad Ilham (41'), Satrio (60'), dan Ricky Efendi (72').

Setelah ini, agenda berikutnya sudah menanti. Macan Kemayoran -julukan Persija- kembali melakoni uji coba Selasa nanti (7/9). Kali ini lawannya lebih berbobot. Yakni, tim yang baru promosi ke ISL, Semen Padang.

''Kami perlu melakukan banyak uji coba untuk membuat tim ini padu,'' kata Rahmad Darmawan, pelatih Persija, kemarin. Dalam uji coba itu, dia fokus kepada peningkatan intensitas passing anak asuhanya.

Nah, setelah uji coba melawan Semen Padang, skuad Persija akan diliburkan menyambut Idul Fitri. Mereka kembali berkumpul pada 13 September untuk memulai pemusatan latihan di Cilegon.

Sebelum melakoni laga perdana ISL melawan tuan rumah PSPS Pekanbaru pada 26 September nanti, anak-anak Persija menjalani dua laga uji coba lagi. ''Pada 18 Semptember kami menjadwalkan uji coba melawan Persita Tangerang dan pada 21 September melawan Persipasi Bekasi,'' ujar Rahmad.

Sayang, sejauh ini tiga penggawa asing Persija belum nongol. Mereka adalah Greg Nwokolo, Julian Akosah, dan Arsene Bayemi. Meski begitu, Rahmad tidak khawatir hal itu akan mengganggu program latihannya. ''Tak ada masalah, program latihan tetap bisa jalan walau tanpa tiga pemain asing. Menurut hemat saya, pemain seperti mereka punya kelebihan dalam adaptasi bermain,'' kata mantan arsitek Sriwijaya FC itu.

Sementara itu, Asisten Manajer Persija Ferry Indrasjarief menyatakan bahwa kompisisi tim bakal segera lengkap. Greg, Akosah, dan Bayemi akan segera datang ke Jakarta. ''Mereka akan bergabung saat tim melakukan pemusatan latihan di Cilegon,'' ujar Ferry. (ali/c10/ca)

Jaya Langsung Coret Tujuh Pemain

Liga Indonesia-Jaya Hartono memulai kiprahnya sebagai pelatih Persik Kediri di lapangan. Kemarin sore (2/9) dia untuk kali pertama memimpin seleksi pemain baru di Stadion Brawijaya mulai pukul 15.30. Meski baru sehari mengadakan latihan, dia langsung mencoret beberapa nama pemain seleksi yang ikut.

''Ada sekitar enam atau tujuh pemain yang kami minta untuk tidak ikut seleksi lagi," jelas mantan pelatih Persib Bandung tersebut setelah memimpin seleksi.

Menurut dia, para pemain itu langsung dicoret karena secara kualitas memang kurang dari standar yang dirinya inginkan. ''Dari passing, crossing, dan control bolanya saja sudah kelihatan. Daripada lama-lama kasihan, mending langsung saja," sebut pelatih dengan inisial JH tersebut.

Untuk diketahui, seleksi yang dimulai kemarin di Stadion Brawijaya dibanjiri para peminat. Total, tak kurang dari 30 pemain mengadu nasib di kandang Macan Putih -julukan Persik. Namun, sebagian besar adalah para pemain yang bermain di ajang antarkampung alias tarkam.

Hanya beberapa pemain yang kiprahnya sudah diketahui di ajang sepak bola nasional. Baik di ISL (Indonesia Super League) maupun Divisi Utama. Misalnya, mantan tulang punggung Persela Lamongan Amsyar Reza yang ikut seleksi sejak Persik main di babak enam besar Piala Gubernur (PG), winger Persedikab Faris Aditama, dan Agung Yuda.

Kondisi itulah yang agak disesalkan Jaya. Dia berharap para pemain yang datang lebih berkualitas dan berpengalaman. ''Di antara sekitar 30 pemain ini, sekilas saya melihat hanya ada 7-8 pemain yang bisa dikembangkan lebih lanjut," sebut Jaya.(jie/jpnn/c7/ko)

Aji Mulai Coba Formasi

Liga Indonesia-Pelatih baru Persebaya Surabaya Aji Santoso sudah menentukan formasi tim jelang kompetisi Divisi Utama 2010-2011 pada Oktober mendatang. Meski baru tiga kali melakoni latihan bersama, mantan pelatih Persema Malang itu telah meraba siapa saja pemain yang masuk dalam proyeksi tim inti.

Dalam latihan di lapangan Persebaya kemarin sore (2/9), Aji mulai mencoba formasi pakem jelang kompetisi menda­tang. Pelatih yang menukangi Persebaya dalam laga playoff Divisi Utama musim lalu tersebut mengatakan bakal menempatkan empat bek sejajar.

Dua di antara empat pemain yang diproyeksikan mengisi barisan belakang Green Force -julukan Persebaya- itu adalah muka lama, yakni Juan Marcello Cirelli (bek tengah) dan Mat Halil (bek kiri).

Sementara itu, duo pemain Papua, Yohan Ibo dan Erol F.X. Iba, akan menjadi bek tengah dan bek kanan. Saat ini mereka masih menjalani seleksi di Persebaya. "Ibo dan Erol sudah hampir 99,9 persen masuk dalam Persebaya. Tinggal tanda tangan kontrak," kata Aji ketika ditemui setelah latihan kemarin.

Meski sudah menentukan komposisi lini belakang, Aji masih meraba susunan penggawa sektor tengah dan depan. Formasi yang akan diusung bergantung kebutuhan tim. Bisa formasi 4-4-2, 4-3-1-2, atau 4-3-3. Tetapi, yang pasti, Aji ingin Persebaya menggunakan empat fullback.

Di sisi lain, dia terus memantau perkembangan pemain yang mengikuti seleksi. Kemarin ada beberapa pemain yang mengadu nasib di Persebaya. Antara lain, striker asal Brazil yang berusia 21 tahun, Cayo Magrao, dan gelandang dari Perseman Manokwari Franky Suwabei.

Selain itu, muka-muka lama yang sudah malang melintang di kancah sepak bola nasional, seperti mantan bek kanan Persija Harry Salisbury dan eks striker Semen Padang Niko Susanto, tetap mengikuti seleksi.

Secara khusus, Aji mengapresiasi penampilan beberapa penggawa Persebaya U-21 yang ikut berlatih kemarin. Antara lain, Fasta Biqul Khoirot, M. Aulia Ardi, dan Sahlan Soqid. Aji akan menentukan susunan pemain Persebaya pada Selasa, 7 September. "Sejauh ini, saya sudah mencoret tiga pemain. Tetapi, tidak etis menyebutkannya. Saya hanya butuh 25 sampai 26 pemain," tegas dia.

Untuk menggenjot persiapan fisik dan taktik pemain, Aji bakal mengajak para pemain Persebaya menjalani training camp (TC) pada 27 September. Rencananya, TC dihelat di kawasan Agrowisata Kota Batu. Tanggal tersebut sengaja dipilih agar semua pemain Persebaya bisa mengikuti latihan.

"Saya tidak mau ada yang telat. Jadi, tanggal TC agak dijauhkan dengan Lebaran. Sebab, untuk ikut kompetisi, kami memang harus mempersiapkan segalanya. Mulai fisik sampai taktik," terang dia. (nur/c11/ko)

Permainan Timnas Jauh Dari Harapan

Liga Indonesia-Pelatih timnas senior Alfred Riedl mengaku kecewa dengan performa yang diperlihatkan para pemain ketika beruji coba melawan Persita Tangerang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Di laga ini, timnas senior harus bekerja keras untuk memetik kemenangan 4-1.

Menurut Riedl, permainan timnas terlalu lembut di pertandingan ini, sehingga Persita mampu mendominasi. Selain itu Riedl juga menilai Persita juga memperagakan permainan yang bagus.

Di pertandingan ini, Riedl baru mencoba skema 4-4-2, dan memberikan kesempatan kepada pemain untuk memperlihatkan skill individu, karena ingin melihatkan kemampuan mereka di sebuah pertandingan. Kendati demikian, Riedl tetap kecewa dengan permainan yang diperagakan.

“Para pemain terlalu lembut di pertandingan ini. Masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, baik skill, organisasi permainan, maupun stamina. Secara keseluruhan, permainan mereka sangat jauh dari harapan,” ujar pelatih asal Austria itu.

Namun Riedl mengaku pemain sudah menjalani apa yang mereka dapatkan selama mengikuti latihan. Ia menilai permainan timnas akan mengalami peningkatan saat uji coba kedua melawan Pro Titan, Minggu [5/9] nanti.

Uji Coba Timnas Disaksikan Ratusan Fans

Liga Indonesia-Animo pecinta sepakbola nasional dalam memberikan dukungan terhadap tim nasional cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat dari pertandingan uji coba melawan Persita Tangerang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta malam ini.

Lebih dari 100 fans timnas tampak menyaksikan pertandingan uji coba itu di tribun VIP dan Kelas I. Dari ratusan fans ini, terlihat Sekjen PSSI Nugraha Besoes dan ketua Badan Tim Nasional [BTN] Iman Arif di tribun VVIP.

Pemandangan seperti jarang terjadi bila timnas senior menggelar pertandingan uji coba melawan tim lokal di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Selama ini, hanya saat latihan di lapangan latihan timnas di kawasan Gelora Bung Karno saja fans sepakbola menyaksikan tim kesayangan mereka.

Untuk mencegah padatnya sisi lapangan Stadion Utama, ofisial timnas akhirnya meminta kepada petugas keamanan Gelora Bung Karno untuk menggiring penonton, dan menyaksikan pertandingan dari tribun.

“Saya kebetulan bekerja di dekat Senayan, dan mendengar kalau timnas mau uji coba hari ini. Karena itu, saya sama dua orang teman sengaja datang ke sini untuk melihat timnas di tangan pelatih baru,” ujar seorang karyawan swasta Rizal.

SP Targetkan Bertahan di Superliga

Liga Indonesia-Realistis dan tidak muluk-muluk memancang target menjadi sikap Semen Padang dalam kiprah pertamanya di pentas Superliga Indonesia 2010/11 yang akan segera bergulir akhir bulan ini. Tim Kabau Sirah tak terlalu bernafsu berada di papan atas, apalagi jadi juara.

Sebagai tim debutan di Superliga, Semen Padang hanya memasang target papan tengah. Namun demikian, Direktur Utama PT Semen Padang, Widodo Santoso tetap berharap para pemain asuhan Nil Maizar itu bisa meraih hasil yang lebih baik dari sekedar papan tengah.

“Memang  terlalu muluk-muluk kalau kita mengejar posisi papan atas, tapi kalau kita serius, kompak dan mau kerja keras, bukan mustahil itu bisa tercapai,” kata orang nomor satu di PT Semen Padang itu.

Dalam kesempatan buka puasa bersama dengan pemain, manajemen, serta dua kelompok suporter The Kmer's dan Spartacks, Widodo berjanji akan memberikan bonus spesial jika diakhir kompetisi Hengky Ardiles dkk bisa masuk empat besar.

Kepada tim pelatih dan pemain, Widodo juga berharap, walau Semen Padang berstatus tim promosi tapi tidak boleh merasa rendah diri dengan tim lain yang sudah lebih dulu mencicipi Superliga. Sebab, kalau sudah merasa kecil, hasil yang didapatkan juga tak bagus nantinya.

“Saya cuma mengingatkan satu hal, kita sudah berdarah-darah untuk lolos ke Superliga ini, tentunya kita tak ingin hanya sekadar numpang lewat saja. Ingat, harapan dan kebangggan masyarakat Sumbar tertompang kepada Anda semuanya,” papar Widodo.

Kepada pemain seperti Ellie Aiboy, Saktiawan Sinaga, serta pemain asing David Pagbe plus dua Korea yang baru bergabung musim kompetisi 2010/11, Widodo meminta agar mereka bisa memberikan yang terbaik bagi SP.

“Pesan saya kepada pengurus, pelatih dan pemain berikanlah value lebih tinggi bagi perusahaan, karena keberadaan klub ini tidak terlepas dari PT Semen Padang. Dengan menang dan berprestasi, tentunya image perusahaan semakin meningkat,” ungkapnya.

Sedangkan kepada dua kelompok pendukung Semen Padang, The Kmer's dan Spartacks, Widodo meminta terus memberikan dukungan kepada timnya. “Suporter itu tidak selalu saja mendukung timnya ketika menang. Saat kalah pun terus diberikan motivasi.” katanya. [*gcik]

PSPS Bidik Stadion Agus Salim

Liga Indonesia-Pengelola PSPS Pekanbaru telah menghubungi pemerintah kota [Pemkot] Padang untuk menanyakan kemungkinan menggunakan Stadio H Agus Salim sebagai kandang mereka pada Superliga Indonesia 2010/11, setelah Stadion Kuansing gagal lolos verifikasi PT Liga Indonesia

Kepala Dispora Pemkot Padang Firdaus Ilyas membenarkan bila PSPS sudah mengajukan keinginan mereka. Menurut Firdaus, pihaknya bersikap terbuka dengan keinginan PSPS.

“Tentu harus ada kejelasan terlebih dahulu sesuai aturan yang berlaku. Kami di Pemkot Padang terbuka saja. Apabila itu terjadi maka otomatis sektor perekonomian masyarakat Sumbar akan hidup. Dan tentu saja akan berdampak bagus bagi kita,” ujar Firdaus.

Hal senada juga diungkapkan manajemen PT Semen Padang. Baik SP maupun Dispora prinsipnya setuju PSPS Pekanbaru memakai Agus Salim sebagai markas saat menjamu tetamunya.

“Kita setuju saja PSPS Pekanbaru mamakai Agus Salim itu. Tapi tentu hitung-hitungannya harus jelas. Dan ada hitam di atas putih alias ada kesepakatan yang jelas,” kata Sekretaris PT Kabau Sirah Semen Padang Daconi.

Tetapi manajer SP itu saat itu belum bisa memberikan jawaban apalagi kondisi Agus Salim kala itu masih juga tidak layak untuk dipergunakan untuk kompetisi Superliga dan akan direnovasi. Tapi setelah Stadion H. Agus Salim hampir pasti lolos verifikasi, tentu keinginan PSPS itu akan semakin besar.

Sementara itu, harapan publik sepakbola Padang melihat tim Kabau Sirah tampil di Agus Salim sepertinya akan terwujud. Hasil verifikasi PT. Liga atas kelayakan stadion itu sangat positif.

Manajer Lisensi PT Liga Indonesia Llano Mahardika yang bertugas meninjau dan menilai kondisi Stadion H. Agus Salim puas dengan hasil renovasi stadion itu, karena dinilai sudah mendekati standar yang ditetapkan PT Liga.

Bahkan, Llano nampak agak kaget, pasalnya saat dia datang pertama kali sekitar sebulan lalu, dia sempat menyebutkan tidak yakin pihak Semen Padang akan bisa  bisa menjadikan Stadion Agus Salim sebagai home base mereka.

“Manajemen Semen Padang membutuhkan "Sangkuriang" untuk memperbaiki stadion Agus Salim. Karena 90 persen mesti direnovasi," kata Llano waktu itu.

Namun dalam kedatangnnya yang kedua kondisinya sudah jauh berubah lebih baik, walau proses renovasi itu masih berjalan. Menurutnya, bangunan fisik, infrastruktur dan permukaan lapangan sudah layak. Pihak SP hanya tinggal menyempurnakan saja. Secara khusus Llano memuji kamar ganti pemain yang dinilainya salah satu yang terbaik di Indonesia saat ini.

walaupun memberi sinyal positif, Llano tetap berharap progres pengerjaan renovasi stadion itu terus dilakukan jelang batas waktu yang ditentukan.

“Terus terang saya tak menyangka, ini membuktikan manajemen SP serius dan punya komitmen tinggi menyiapkan Stadion ini sebagai home base tim. Mereka bisa menangkap pesan yang diinginkan tim verifikasi,” kata Llano. [*gcik]
 

J-Lo Yakin Bisa Beradaptasi Di Persisam

Liga Indonesia-Striker asal Chile Julio Lopez optimistis akan bisa beradaptasi dengan cepat bersama klub barunya, Persisam Samarinda, pada kompetisi Superliga Indonesia 2010/11.

J-Lo, sapaan Lopez, hari ini sudah memulai latihannya bersama tim. Menurut J-Lo, latihan perdananya itu baru sebatas berkenalan dengan skuad lama Persisam, dan berusaha mencocokan gaya permainan tim Elang Borneo.

Menurut J-Lo, banyaknya pemain berkualitas di Persisam akan memudahkan dirinya dalam melakukan adaptasi. Ia menilai Ronald Fagundes, Tsimy Joel, Usep Munandar dan M Robby bakal memberikan bantuan dalam beradaptasi.

“Saya senang ada di Persisam, karena tim ini punyai banyak pemain berkualitas. Ini akan memudahkan saya bekerja sama dan beradaptasi dengan gaya permainan tim, sehingga bisa memenuhi harapan publik Persisam,” ujar J-Lo.

Kamis, 02 September 2010

FOKUS: Menunggu Kejujuran Agen Pemain

    Joko Driyono - CEO PT Liga Indonesia (GOAL.com)Liga Indonesia-Bursa transfer kompetisi Eropa sudah ditutup, Selasa [31/8] malam waktu setempat. Tidak ada salahnya jika sekarang mengalihkan perhatian untuk melihat jual-beli pemain di Superliga Indonesia musim 2010/11 menjelang bergulirnya kompetisi sepakbola nasional ini pada 26 September mendatang. 

    Tidak seperti halnya di Eropa, bursa transfer di Superliga terkesan 'Beli Kucing Dalam Karung'. Kondisi ini yang masih 'dipertahankan' dalam bursa transfer nasional. Ada kesan agen pemain hanya mencari untung saja dengan membodohi klub-klub Superliga.

    Selama ini, hanya segelintir pemain saja, bisa dibilang cuma dapat dihitung dengan jari, yang memiliki kualitas bagus dibawa agen pemain ke Indonesia, entah itu agen orang asing maupun agen lokal.

    Tidak jarang agen pemain ini memanipulasi data pemain. Mereka kebanyakan memperlihatkan curiculum vitae [CV] pemain hingga dua tahun sebelumnya, bukan data terakhir yang valid untuk mengakali aturan yang diterapkan PT Liga Indonesia.

    Pernah ada cerita dari seorang rekan wartawan yang mengisahkan kejadian konyol saat seleksi pemain di sebuah klub papan atas beberapa tahun lalu. Ketika itu, seorang agen pemain menasehati pemain asing yang melakukan pelanggaran.

    Pemain asing ini sempat protes karena tidak melakukan kesalahan, yakni tackling dari belakang. Sang agen lalu memberi tahu tentang aksinya itu yang melanggar aturan FIFA. Setelah diberi tahu, pemain ini akhirnya hanya manggut-manggut saja. Sungguh konyol!

    Dari CV yang dibawa agen pemain, Ribeiro disebutkan pernah bermain di Odysseas Anagennisi. Pada CV pemain disebutkan Odysseas merupakan klub peserta Divisi Dua Yunani, karena dicantumkan kompetisi itu bernama Greece Football League 2.

    Tapi sesungguhnya Greece Football League 2 merupakan kompetisi Divisi Tiga di Yunani. Kompetisi teratas di negeri itu adalah Super League, dan kemudian di bawahnya adalah Football League, setelah itu baru Football League 2. Berdasarkan aturan PT Liga Indonesia, pemain yang pernah merumput di kompetisi Eropa minimal harus berasal dari klub Divisi Dua.

    “Setiap pemain asing yang akan bermain di Indonesia untuk pertama kalinya harus didaftarkan ke PT Liga. Kami nantinya yang akan melakukan verifikasi terhadap pemain itu. Jika memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan, maka mereka baru bisa ditawarkan kepada klub-klub,” jelas ketua eksekutif PT Liga Indonesia Joko Driyono.
    Uniknya, masih banyak pemain yang akan mencicipi kompetisi Superliga yang ternyata tidak memenuhi persyaratan. Kondisi seperti ini tentunya harus menjadi perhatian PT Liga Indonesia untuk meminta agen pemain bersikap jujur, sekaligus menghukum agen pemain yang nakal.

    Intip Kekuatan Thailand dan Vietnam

    Liga Indonesia-Beban berat diemban timnas Indonesia di kancah Piala AFF (Federasi Sepak Bola Asia Tenggara) 2010 pada Desember mendatang. Bertindak sebagai tuan rumah bersama Vietnam, timnas Merah Putih ditargetkan bisa menjadi juara. Untuk meraih target berat itu, dalam sebulan terakhir, calon skuad timnas senior digembleng pelatih asal Austria Alfred Riedl.

    Badan Tim Nasional (BTN) dan tim pelatih menyadari, bukan perkara mudah menjuarai Piala AFF. Apalagi, saat ini, kondisi sepak bola tanah air sedang berada di titik nadir. Nah, selain berupaya menyusun skuad terbaik, BTN mencari tahu kekuatan calon-calon lawan yang akan dihadapi.

    Untuk itu, BTN akan mengirim Alfred Reidl dan koordinator talent scouting Sutan Harhara untuk memata-matai kekuatan calon lawan Indonesia. "Sabtu lusa (4/9) bersama Sutan Harhara, saya akan ke Bangkok untuk menyaksikan pertandingan Thailand melawan India. Setelah itu, pada 16 September, saya akan ke Hanoi untuk menyaksikan timnas Vietnam beruji coba melawan Korea Utara," kata Riedl setelah memimpin timnya berlatih kemarin sore (1/9).

    Mantan pelatih timnas Vietman dan Laos itu menyatakan, dirinya akan sangat sibuk karena akhir September juga punya agenda terbang ke Belanda bersama Ketua BTN Iman Arif untuk memantau para pemain keturunan Indonesia yang rencananya dinaturalisasi.

    Meski pernah menukangi Vietnam, Riedl mengatakan tidak tahu kekuatan tim yang pernah dibawanya melaju ke babak delapan besar Piala Asia 2007 itu. "Kita lihat saja nanti," ujarnya. (ali/c6/diq)

    Tribun G I L A B O L A

    .

    Posting Comment