Singapura Yakin Lolos Ke Final

Liga Indonesia-Pelatih Singapura Radojko Avramovic optimistis tim besutannya bakal melenggang ke final Piala AFF 2010 pada 1-29 Desember nanti setelah hasil drawing menempatkan tim Singa tak bergabung dengan tim tangguh. .Read more . . .

.

Senin, 12 Juli 2010

IFA, Beri Harapan Anak Tulungagung Tembus Dunia

Posted on 11.13 by gilabola

Sepak bola Indonesia saat ini dinilai minor oleh banyak pihak. Mulai pembinaan yang tidak jelas, sistem kompetisi yang terkesan amburadul, hingga kerusuhan suporter di stadion. Nah, sebagai induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia, PSSI pusat membutuhkan sesuatu untuk mendongkrak prestasi anak-anak Indonesia. Maka, dibentuklah IFA (Indonesia Football Academy).

DIAR CANDRA, Sidoarjo

---

INDONESIA menjadi ladang subur bagi pesepak bola asing. Puluhan pemain mancanegara mengais rezeki lewat kompetisi Divisi Utama dan Indonesia Super League (ISL).

Tapi, pesepak bola Indonesia merasa susah jika ingin berlaga di kompetisi mancanegara. Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, ataupun Budi Sudarsono pernah merasakan berlaga di Liga Malaysia. Sayang, kesempatan tersebut sulit datang lagi.

Kini asa itu terbuka kembali. Itu terjadi seiring dengan hadirnya program IFA (Indonesia Football Academy). Ya, IFA adalah sebuah program yang dirancang PSSI untuk mencetak pesepak bola andal di masa depan.

Seleksi yang dilakukan untuk masuk IFA cukup ketat. Mulai seleksi timnas U-14, berlaga di AFF Cup 2010, hingga training center satu setengah bulan di Kuningan, Jakarta, pada Maret lalu.

Rencananya, lulusan IFA tersebut nanti didistribusikan ke liga-liga internasional di seluruh dunia. "Ini program lanjutan dari timnas yang ditempatkan di Uruguay," kata Junta Wiwaha, manajer sekaligus pemilik SSB Tulungagung Putra, kepada Jawa Pos kemarin (11/7).

Karena itu, lanjut dia, untuk mendidik pesepak bola sejak awal, sistem yang diberlakukan adalah sistem kontrak. Klausul kontrak pun dibuat mirip dengan pembinaan atlet junior internasional.

Salah satunya, atlet yang belum berusia 17 tahun tidak diizinkan berlaga di luar negeri tanpa disertai orang tua. "Yang terpilih masuk IFA akan menjalani pelatihan tiga tahun di dalam negeri. Setelah itu, baru dikirim ke luar negeri," ungkap bapak empat anak itu. Apalagi, Direktur Teknik IFA asal Inggris Kevin Kent adalah salah seorang pelatih Manchester United Academy. Yakni, akademi internasional yang menghasilkan pemain bertalenta seperti David Beckham, Ryan Giggs, dan Darren Fletcher.

Junta pun ingin pesepak bola binaannya bisa merasakan atmosfer sepak bola internasional. Tiga anak asuhnya, Rhezaldo Sabiq Ramadhani, Fahad Ismail, dan Listianto Ce Putra, juga sudah menandatangani kesepakatan bergabung sebagai pesepak bola IFA. Tanda tangan tersebut dilakukan di Tulungagung pada 4 Juli lalu.

''Ini kesempatan yang luar biasa. Jadi, saya mendukung penuh IFA," ucap Junta.

Rhezaldo bisa bergabung dengan IFA. Dia pun ingin mewujudkan cita-citanya berkarir sepak bola di luar negeri. ''Saya terpacu untuk terus semakin baik. Apalagi, kurikulumnya dari luar. Pasti ada perbedaan dan lebih bagus," jelas penggemar pemain Chelsea John Terry itu.

Rhezaldo berkorban banyak hal karena bergabung dengan IFA. Salah satunya adalah berpindah sekolah di Jakarta. "Pokoknya dua minggu lalu, saya sibuk sekali. Mulai ngurus pindah sekolah di daerah Kuningan hingga izin ke sana-sini di Tulungagung," jelas putra bungsu itu.

Yang paling berat adalah meninggalkan orang tua. "Ini adalah perantauan saya yang pertama. Wajar nanti kalau berangkat pasti ada air mata. Baik saya maupun orang tua," ungkap siswa kelas IX tersebut lalu tertawa.

Semua halangan akan dilaluinya demi mimpinya untuk bisa bermain di Premier League. (*/c7/diq)

Artikel Terkait:

No Response to "IFA, Beri Harapan Anak Tulungagung Tembus Dunia"

Leave A Reply

Tribun G I L A B O L A

.

Posting Comment